RIFKI ASMANA, ST Koordinator PKH Kota Banda Aceh

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Alhamdulillah, puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT, karena limpahan rahmatnya kita masih tetap semangat melaksanakan Tugas Pokok Fungsi dan lebih luas lagi upaya pendampingan dengan Mediasi, Advokasi dan Fasilitasi.

Shalawat beriring salam selalu kita curahkan ke Junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, kepada Keluarga beserta para  Sahabat dan umatnya hingga akhir zaman.

Pertama-tama kami sangat merasa bangga dan berterima kasih kepada seluruh Tim Pelaksana PKH atas dedikasi kerja kerasnya sehingga pendampingan PKH berjalan dengan baik sesuai seperti yang diharapkan. Beranjak dari itu kami merasa yakin bahwa kami juga menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari hasil pembuktian lembaga-lembaga dunia yang menyatakan PKH adalah program pengentasan kemiskinan yang paling efektif menurunkan tingkat kemiskinan, meningkatkan aspek pendidikan dan kesehatan.

Di era teknologi informasi yang berkembang pesat saat ini, informasi berita yang hadir ditengah-tengah kita sangat cepat namun belum tentu akurat. Melalui media web ini kami mencoba menghadirkan wadah informasi berita, kegiatan PKH Kota Banda Aceh khususnya yang terbaru dan terpercaya. Selain media web juga sudah dimulai sosialisasi PKH dengan media social online lainnya seperti Facebook dan Instagram, kami harap juga dapat di like dan follow akun-akun resmi kami tersebut. Lebih jauhnya sedang kami kembangkan sebagai media web pengumuman, rencana kerja tindak lanjut, pelaporan bulanan, sistem pengaduan masyarakat dan data kepesertaan PKH.

Kami mewakili Tim Pelaksana PKH Kota Banda Aceh mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung sehingga PKH dapat berjalan lancar sampai saat sekarang ini, kami juga memohon maaf apabila ada dalam penyampaian informasi, berita di media ini maupun media sosial lainnya yang kurang berkenan. Kami mohon saran dan bimbingan apbabila perlu adanya perbaikan, karena disela-sela kesibukan kami tetap mengupayakan penulisan semaksimal mungkin sesuai kemampuan kami yang terbatas Tujuan kami semata-mata hanya untuk memberikan informasi yang terbaik agar tidak ada kesalahpahaman informasi ditengah-tengah masyarakat. Selanjutnya kami akan mencoba memaparkan sedikit apa itu PKH.

 

Demikian yang dapat saya sampaikan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih

WASSALAMMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

 

Saleum,

Rifki Asmana

 

PROGRAM

KELUARGA

HARAPAN

(PKH)

PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM), bantuan sosial nya berbentuk Pendampingan dan Bantuan Uang disalurkan secara Non Tunai, bersyarat yang menjadi penerima PKH adalah Keluarga Miskin dan mempunyai Komponen Hamil, Melahirkan, Balita, Apras, anak bersekolah tingkat SD, SMP dan SMA. Dan bagi anggota keluarga yang disebut Komponen tersebut diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.Program ini, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban KM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.Pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium. Lima Komponen Tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu: Pengurangan penduduk miskin dan kelaparan; Pendidikan Dasar; Kesetaraan Gender; Pengurangan angka kematian bayi dan balita; Pengurangan kematian ibu melahirkan.

Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan (Frequently Asked Questions/FAQ) terkait dengan PKH.

  1. Apa itu PKH?
    Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat  kepada Keluarga Miskin (KM)  berdasarkan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan melaksanakan kewajibannya. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai program conditional cash transfers (CCT) atau program Bantuan Tunai Bersyarat. Persyaratan tersebut dapat berupa kehadiran di fasilitas pendidikan (misalnya bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran di fasilitas kesehatan (misalnya bagi anak balita, atau bagi ibu hamil).

    Teknis pelaksanaan program ini didasarkan pada 3 hal:
    1. Verifikasi, yang merupakan esensi utama dari PKH. Kegiatan verifikasi mengecek kepatuhan peserta memenuhi persayaratan yang telah ditetapkan.
    2. PKH melaksanakan pemotongan bantuan tunai bagi keluarga yang tidak mematuhi kewajiban yang telah ditetapkanPeserta PKH mengetahui persis bahwa mereka harus memenuhi sejumlah kewajiban untuk dapat menerima bantuan tunai. Peserta adalah elemen penting dalam program ini. Pengetahuan atas kewajiban ini yang menjadi dasar perubahan perilaku keluarga dan anggota keluarga di bidang pendidikan dan kesehatan.
    3. Peserta PKH mengetahui persis bahwa mereka harus memenuhi sejumlah kewajiban untuk dapat menerima bantuan tunai. Peserta adalah elemen penting dalam program ini. Pengetahuan atas kewajiban ini yang menjadi dasar perubahan perilaku keluarga dan anggota keluarga di bidang pendidikan dan kesehatan
  1. Apakah tujuan dari PKH?
    Tujuan PKH adalah untuk mengurangi angka dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan dari kelompok paling miskin. Tujuan ini berkaitan langsung dengan upaya mempercepat pencapaian target Millennium Development Goals (MDGs). Secara khusus, tujuan PKH adalah:
    1. Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi Peserta PKH
    2. Meningkatkan taraf pendidikan Peserta PKH
    3. Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil (bumil), ibu nifas, bawah lima tahun (balita) dan anak prasekolah anggota Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM)/Keluarga Sangat Miskin (KSM).
  1. Siapa penerima manfaat PKH?
    Sejak tahun 2012, untuk memperbaiki sasaran penerima PKH, data awal untuk penerima manfaat PKH diambil dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011, dan kemudian tahun 2015 dilaksanakannya Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT), yang dikelola oleh TNP2K. Sampai dengan tahun 2018, cakupan PKH adalah sebesar 10 juta keluarga. Data awal PBDT 2015 tersebut diberikan bertahap dan sesuai perhitungan pendataan di pusat sehingga menjadi data calon penerima PKH, kemudian dilakukan verivali (Verfikasi dan Validasi) oleh Pendamping PKH yang tersebar disetiap Kecamatan, dan Keluarga Miskin (KM) yang diputuskan menerima PKH lebih lanjut disebut dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).  Sasaran PKH yang sebelumnya berbasis Rumah Tangga, berubah menjadi berbasis Keluarga.

    Perubahan ini untuk mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua–ayah, ibu–dan anak) adalah satu orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Beberapa keluarga dapat berkumpul dalam satu rumah tangga yang mencerminkan satu kesatuan pengeluaran konsumsi (yang dioperasionalkan dalam bentuk satu dapur).

    PKH diberikan kepada Keluarga Miskin (KM). Data keluarga yang dapat menjadi peserta PKH didapatkan dari Basis Data Terpadu dan memenuhi sedikitnya satu kriteria kepesertaan program berikut, yaitu:
    1. Memiliki ibu hamil/nifas/anak balita
    2. Memiliki anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan dasar (anak pra sekolah)
    3. Anak usia SD/MI/Paket A/SDLB (usia 7-12 tahun),
    4. Anak  SLTP/MTs/Paket B/SMLB (Usia 12-15),
    5. Anak 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar termasuk anak dengan disabilitas.

      Seluruh keluarga di dalam suatu rumah tangga berhak menerima bantuan tunai apabila memenuhi kriteria kepesertaan program dan memenuhi kewajibannya.
  2. Dimana saja lokasi pelaksanaan PKH?
    Ketika awalnya dilaksanakan sebagai suatu kegiatan uji coba di tahun 2007, PKH dijalankan di 7 (tujuh) provinsi, 48 kabupaten/kota, dan melayani 387.928 RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin). Pada tahun 2011, pelaksanaan PKH telah dikembangkan di seluruh Provinsi di Indonesia dan mencapai 10 Juta KPM penerima PKH. Untuk lokasi penerima di Kota Banda Aceh dijelaskan lebih lanjut di Profil PKH KOTA BANDA ACEH (red)

 

IKlan 3
Iklan Sidebar Kanan
Iklan Sidebar Kiri